Saturday, 28 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Emas bersiap untuk tahun paling cemerlang sejak 2010
Tuesday, 31 December 2024 23:01 WIB | GOLD |GOLD

Harga emas bersiap untuk mengakhiri tahun yang memecahkan rekor dengan catatan positif pada hari Selasa karena pembelian bank sentral yang kuat, ketidakpastian geopolitik, dan pelonggaran kebijakan moneter memicu kinerja tahunan logam safe haven terkuat sejak 2010.

Harga emas spot naik 0,4% menjadi $2.615,00 per ons, sementara harga emas berjangka AS naik 0,4% menjadi $2.627,30.

Sebagai salah satu aset dengan kinerja terbaik tahun 2024, emas batangan telah naik lebih dari 26% tahun ini, lonjakan tahunan terbesar sejak 2010, dan terakhir mencapai rekor tertinggi $2.790,15 pada 31 Oktober setelah serangkaian reli yang memecahkan rekor sepanjang tahun.

"Risiko geopolitik yang meningkat, permintaan dari bank sentral, pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral secara global, dan dimulainya kembali arus masuk ke Exchange Traded Commodities (ETC) yang terkait dengan emas merupakan pendorong utama kenaikan harga emas pada tahun 2024," kata Aneeka Gupta, direktur penelitian ekonomi makro di WisdomTree.

Logam ini kemungkinan akan tetap didukung pada tahun 2025 meskipun ada beberapa hambatan dari dolar AS yang lebih kuat dan pelonggaran kebijakan yang lebih lambat oleh Federal Reserve, Gupta menambahkan.

The Fed AS memberikan pemotongan suku bunga ketiga berturut-turut bulan ini tetapi mengisyaratkan lebih sedikit pemotongan suku bunga untuk tahun 2025.

Pemerintahan Donald Trump yang akan datang juga siap untuk berdampak signifikan terhadap kebijakan ekonomi global, yang mencakup tarif, deregulasi, dan amandemen pajak.

"Para investor emas batangan mungkin menikmati tahun yang gemilang ke depannya jika ketegangan geopolitik global meningkat di bawah Trump 2.0, yang berpotensi mendorong investor ke tempat berlindung yang aman dan telah teruji waktu ini," kata Kepala Analis Pasar Exinity Group Han Tan.

Emas batangan sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap risiko geopolitik dan ekonomi dan cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah.

"Kami memperkirakan emas akan naik ke $3.000/t oz karena permintaan bank sentral yang lebih tinggi secara struktural dan dorongan siklus dan bertahap pada kepemilikan ETF dari pemotongan suku bunga Fed," kata Daan Struyven, ahli strategi komoditas di Goldman Sachs.

Perak spot stabil di $28,96 per ons, paladium naik 0,8% menjadi $910,70, dan platinum naik 0,4% menjadi $904,56.

Perak menuju tahun terbaiknya sejak 2020, setelah naik hampir 22% sejauh ini. Platinum dan paladium mengalami kerugian tahunan dan telah turun masing-masing lebih dari 7% dan 17%.(Cay) Newsmaker23

Sumber: CNBC

RELATED NEWS
NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu...
Thursday, 12 February 2026 19:24 WIB

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data ...

Narasi Cut Rate Menguat, Emas Ikut Terangkat...
Wednesday, 11 February 2026 20:25 WIB

Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelong...

Emas Koreksi, Tapi Geopolitik Pegang Kendali...
Tuesday, 10 February 2026 21:14 WIB

Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot ...

Emas Bertahan Kuat, Pasar Cuma Nunggu 2 Data Ini !...
Monday, 9 February 2026 14:52 WIB

Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...

Rebound Emas Tertahan : Pasar Masih Tarik Ulur...
Friday, 6 February 2026 23:09 WIB

Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS